Senin, 25 Juli 2011

KEBUTUHAN DASAR MASA NIFAS


“ KEBUTUHAN DASAR IBU
MASA NIFAS “

NUTRISI DAN CAIRAN  ♣
Tidak ada kontraindikasi dalam pemberian nutrisi setelah persalinan . ibu harus mendapat nutrisi yang lengkap dengan tambahan kalori sejak sebelum hamil ( 200-500 kal ) yang akan mempercepat pemulihan kesehatan dan kekuatan , meningkatkan kualitas dan kualitas ASI. Serta mencegah terjadinya infeksi.
Ibu nifas memerlukan diet untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi, mencegah konstipasi, dan untuk memulai proses pemberian ASI eksklusif . asuhan kalori perhari ditingkatkan sampai 2700 kalori. Asupan cairan perhari ditingkatkan sampai 3000 ml  (susu 1000ml). suplemen zat besi dapat diberikan kepada ibu nifas selama 4 minggu pertama setelah kelahiran.
Gizi ibu menyusui dibutuhkan untuk produksi ASI dan pemulihan kesehatan ibu. Dibutuhkan gizi yang perlu diperhatikan , yaitu :
makanan dianjurkan seimbang antara jumlah dan mutunya.
banyak minum, setiap hari harus minum ≥ 6 gelas
makan makanan yang tidak merangsang, baik scara termis, makanis, atau kimia    untuk menjaga kelancaran pencernaan.
batasi makanan yang berbau keras
gunakan bahan mekanan yang dapat merangsang produksi ASI , misalnya sayuran  hijau.
Diet dalam masa nifas harus bergizi, bernutrisi, bervariasi dan seimbang. Diet ini sebaiknya mengandung tinggi kalori, pada wanita dewasa , kebutuhan kalori sebesar 2200 kkal, sedangkan untuk ibu menyusui diperlukan tambahan 700 kkal untuk 6 bulan pertama setelah  melahirkan dan 500 kkal. Kalori ini terdiri dari karbohidrat , lemak dan protein.
Total makanan yang dikonsumsi dianjurkan mengandung 50-60 % karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat, antara lain : nasi, kentang , roti, ubi, mie, jagung dan berbagai makanan jajanan yang berasal dari tepung. Kebutuhan lemak sebesar 25-35 % dari total makanan. Bahan makanan sumber lemak adalah keju, susu , santan, mentega dan margarine. Fungsi lemak untuk ibu menyusui sebagai daya tahan tubuh. Fungsi protein untuk membentuk jaringan baru dan memproduksi air susu , jumlah protein sekitar 10-15 % dari total makanan.
Pada wanita dewasa, kebutuhan seharinya 51 gram , sedangkan pada ibu menyusui perlu tambahan 16 gram pada 6 bulan pertama, selanjutnya 12 gram . makanan sumber protein seperti tempe, tahu, kacang-kacangan , daging, telur, hati dan ikan.
Mineral yang paling utama adalah zat besi , sedangkan vitamin yang paling utama adalah vitamin C untuk mencegah anemia. Serat untuk membantu ekskresi  dan meningkatkan tonus otot srta cairan yang cukup. Kebutuhan cairan ibu menyusui minimal 2 liter sehari.
          Pemberian tablet zat besi untuk ibu nifas selama 40 hari dan 1 kapsul vitamin A . jelaskan pada ibu bahwa ia tidak boleh minum kopi atau teh pada saat minum tablet zat besi karena dapat mencegah penyerapan zat besi dan jelaskan juga bahwa tablet zat besi dapat membuat fases menjadi hitam , menimbulkan konstipasi dan mungkin rasa mual. Anjukan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalori( karbohidrat, lemak dan protein )  mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, daging, telur dan banyak minum.
Jika ibu menyusui , dianjurkan untuk makan 4-5 kali sehari dan minum segelas cairan setiap selesai menyusui. Kafein dan nikotin harus dihindari, seperti kopi, coklat, soda dan makanan awetan.
Ingatkan ibu bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi dapat mempengaruhi bayinya melalui air susu. Perhatikan kebutuhan suplemen dapat diberikan pada ibu nifas selama 4 mingu pertama setelah kelahiran ( perhatikan tebel A )

Jenis makanan
Usia bayi 0-6 bulan
Usia bayi > 6 bulan
Nasi
Ikan
Tempe
Sayuran
Buah
Gula
Susu
air

5 piring
3 potong
5 potong
3 mangkok
2 potong
5 sendok
1 gelas
8 gelas
4 piring
2 potong
4 potong
3 mangkok
2 potong
5 sendok
1 gelas
8 gelas


☻ Makana pagi   : nasi, urap sayur, ikan banding goring, lendapan ( donat dan yoghurt ).
☻ Makan malam : Nasi, semur daging, pepes tahu, cap cay, papaya, kendapan ( ubi merah goreng ).
☻ Makan siang    : nasi, ayam goreng, rempeyek, rebon, sayur nangka, jeruk, kendapan ( kolak pisang ).
                            
          Vitamin adalah zat organic kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil. Umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Fungsi umum vitamin adalah sebagai zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin dalam penggunaannya dapat rusak akibat dari penyimpanan dan pengolakan.
          Karakteristik vitamin A , meliputi larut dalam lemak : nama generic. Semua retinoid dan provitamin A/ karotinoid : mempunyai aktifitas biologis sebagai rational : tidak tahan panas cahaya dan alkali : tidak tahan asam, oksidasi dan suhu tinggi : bentuk profitatif hanya terdapat pada pangan hewani dan nabati sebagai provitamin A ( beta karoten ) . Vitamin A berperan dalam berbagai fungsi faali tubuh, yaitu :
FUNGSI PENGLIHATAN, fungsi ini membantu mata dalam beradaptasi pada keadaan gelap tenang.
DIFERENSIASI SEL, pada tahap perkembangan / pembentukan vitamin mampu membantu perkembangan :
a.                       sperma dan sel telur
b.struktur dan organ tubuh janin , bayi, anak, dewasa dan masa tua.
KEKEBALAN, pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B ( leukosit pada proses kekebalan humoral )
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN, vitamin berpengaruh pada sintesis protein.
REPRODUKSI . Fungsi ini membantu pembentukan sperma dan sel telur serta pertumbuhan janin.
PENCEGAHAN KANKER DAN PENYAKIT JANTUNG. Sebagai antioksidan untuk meningkatkan kekebalan.
AMBULASI ♣
Ambulasi sedini mungkin sangat dianjurkan , kecuali ada kontraindikasi . ambulasi ini akan meningkatkan sirkulasi dan mencegah resiko tromboflebitis , meningkatkan fungsi kerja peristaltic dan kandung kemih , sehingga mencegah distensi abdominal dan konstipasi . bidan harus menjelaskan kepada ibu tantang tujuan dan manfaat ambulasi dini . ambulasi ini dilakukan secara bertahap sesuai kekuatan ibu. Terkadang ibu nifas enggan untuk bergerak banyak karena merasa letih dan sakit. Jika keadaan tersebut tidak segera diatasi, ibu akan terancam mengalami trombosis vena. Untuk mencegah terjadinya trombosis vena, perlu dilakukan ambulasi dini oleh ibu nifas.
Pada persalinan normal dan keadaan ibu normal, biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dank e WC dengan bantuan orang lain, yaitu pada 1 atau 2 jam persalinan. Sebelum waktu ini, ibu harus diminta untuk melakukan latihan menarik nafas dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya ditepi tempat tidur .
Sebaiknya , ibu nifas turun dari tempat tidur sedini mungkin setelah persalinan . ambulasi ini dapat mengurangi kejadian komplikasi kandung kemih , konstipasi, trombosis vena puerperalis dan emboli pulmonal. Disamping itu ibu merasa lebih sehat dan kuat serta dapat segera merawat bayinya. Ibu harus didorong untuk berjalan dan tidak hanya duduk ditempat tidur. Pada ambulasi pertama , sebaiknya ibu dibantu karena pada saat ini biasanya ibu merasa pusing ketika pertama kali bangun setelah melahirkan.

ELIMINASI ♣
Bidan harus mengobservasi adanya distensi abdomen dengan memalpasi dan mengauskultasi abdomen , terutama pada post – seksio sesaria. Berkemih harus terjadi dalam 4-8 jam pertama dan minimal sebanyak 200 cc. anjurkan ibu untuk minum banyak cairan dan ambulasi. Rangsangan untuk berkemih dapat diberikan dengan rendam duduk ( sitz bath ) untuk mengurangi edema dan relaksasi sfingter, lalu kompres hangat/ dingin. Bila perlu , pasang kateter sewaktu.


KEBERSIHAN DIRI ♣
Sering membersihkan area perenium akan meningkatkan kenyamanan dan mencegah infeksi. Tindakan ini paling sering menggunakan air hangat yang dialirkan ( dapat ditambah larutan antiseptic ) keatas vulva perenium setelah berkemih atau defekasi, hindari penyemprotan langsung. Ajarkan ibu untuk membersihkan sendiri.
Pasien yang harus istirahat ditempat tidur ( misalnya hipertensi, post sexio sesaria ) harus dibantu mandi setiap hari dan mencuci daerah perenium dua kali sehari dan setiap selesai eliminasi. Setelah ibu mampu mandi sendiri ( dua kali sehari ), biasanya perenium dicuci sendiri. Pergantian pembalut hendaknya sering dilakukan , setidaknya setelah membersihkan perenium atau setelah berkemih atau defekasi.
Luka pada perenium akibat episiotomi , rupture atau laserasi merupakan daerah yang tidak mudah untuk dijaga agar tetap bersih dan kering. Tindakan membersihkan vulva dapat memberi kesempatan untuk melakukan inspeksi secara seksama daerah perenium . payudara juga harus diperhatikan kebersihannya. Jika putting terbenam lakukan masase payudara secara perlahan dan tarik keluar secara hati-hati.
Pada masa post partum , seorang ibu akan rentan terhadap insfeksi . untuk itu menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah infeksi. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan tubuh , pakaian , tempat tidur dan lingkungannya. Ajari ibu cara membersihkan daerah genitalnya dengan sabun dan air bersih setiap kali setelah berkemih dan defekasi. Sebelum dan sesudah membersihkan genetalia. Ia harus mencuci tangan sampai bersih. Pada waktu mencuci luka ( episiotomi ) ia harus  mencucinya dari arah depan kebelakang dan mencuci daerah anusnya yang terakhir. Ibu harus mengganti pembalut sedikitnya dua kali sehari. Jika ia menyusui bayinya, anjurkan untuk menjaga kebersihan payudaranya.
Alat kelamin wanita ada dua , yaitu alat kelamin luar dan dalam . vulva adalah alat kelamin luar wanita yang terdiri dari berbagai bagian, yaitu kommisura anterior , kommisura interior , labia mayora , labia minora , klitoris , prepusium klitoris , orifisium uretra , orivisium vagina, perineum anterior dan perineum posterior.
Robekan perineum terjadi semua persalinan dan biasnya robekan terjadi digaris tengah dan dapat meluas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. Perenium yang dilalui bayi biasanya mengalami peregangan , lebam dan trauma. Rasa sakit pada perenium semakin parah jika perenium robek atau disayat pisau bedah. Seperti semua luka baru , area episiotomi atau luka sayatan yang membutuhkan waktu untuk sembuh, yaitu 7 hingga 10 hari.
Infeksi dapat terjadi , tetapi sangat kecil kemungkinan nya jika luka perenium dirawat dengan baik. Selama dirumah sakit , dokter akan memeriksa perenium stidaknya sekali sehari untuk memastikan tidak terjadi peradangan atau tanda infeksi lainnya. Dokter juga akan memberi instruksi cara kebersihan perenium pasca persalinan untuk mencegah infeksi.
perawatan perenium 10 hari :
1) ganti pembalut wanita yang bersih setiap 4-6jam . posisikan pembalut dengan baik sehingga tidak bergeser.
2) lepaskan pembalut dari depan kebelakang untuk menghindari penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
3) alirkan atau bilas dengan air hangat / cairan anti septic pada area perenium setelah defekasi. Keringkan dengan kain pembalut atau handuk dengan cara ditepuk-tepuk , dan dari arah depan kebelakang.
4) jangan dipegang sampai area tersebut pulih
5) rasa gatal pada area sekitar jahitan adalah normal dan merupakan tanda penyembuhan. Namun untuk meredakan rasa tidak enak, atasi dengan mandi berendam air hangat atau kompres dingin denga kain pembalut ysng telah didinginkan.
6) berbaring miring , hindari berdiri atau duduk lama untuk mengurangi tekanan pada daerah tersebut..
7) lakukan latihan kegel sesering mungkin guna merangsang peredaran darah disekitar perenium. Dengan demikian , akan mempercepat penyembuhan dan memperbaiki fungsi otot-otot . tidak perlu terkejut bila tidak merasakan apapun saat pertama kali berlatih karena area tersebut akan kebal setelah persalinan dan pulih secara bertahap dalam beberapa minggu.

·        ISTIRAHAT
Ibu nifas membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup. Istirahat sangat penting untuk ibu yang menyusui . tindakan dirumah sakit hendaknya tidak mengganggu istirahat dan tidur ibu. Setelah selama 9 bulan ibu mengalami kehamilan dengan beban kendungan yang begitu berat, banyak keadaan yang mengganggu lainnya. Dan proses persalinan yang melelahkan, ibu membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan keadaannya.istirahat ini dapat dilakukan dengan tidur siang atau tidur malam. Jika ibu mengalami kesulitan tidur dimalam hari dan ia tampak gelisah, perlu diwaspadai . waspadai juga bila ibu mengalami gangguan psikologi masa nifas.







           




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar